Tidak Ada Hari Libur #CatatanUyun [Bagian -12]

 

Hari Minggu ini menjadi week end buat semua orang. Tapi buat saya, hari Minggu seperti haris - hari kerja. Inilah bedanya seorang anggota parlemen dengan orang kantoran, seperti pagi ini beberapa agenda sudah menanti dari pagi sampai dengan malam hari, dimulai dengan jam 09.00 WIB hadir acara Rapid Test Gratis untuk masyarakat Cilegon.

Ada 200 peace di Rumah Pemenangan Helldy Sanuji di Jl. Mangga Pagebangan Kota Cilegon. Hadii DR. H. Jazuli Juwaini, Ketua Fraksi PKS DPR RI yang  menyerahkan mobil ambulans yang sudah dibranding Helldy Sanuji untuk melayani masyarakat Cilegon. 

Hadir pula Ketua DPD PKS Kota Cilegon H. Abdul Ghoffar, SH yang menerima bantuan mobil ambulans dan bantuan operasional untuk kemenangan Helldy Sanuji. Tidak ketinggalan Pak Helldy dan Pak Sanuji sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon didampingi  anggota DPRD Propinsi Banten Dr. Hj. Shinta Wishnu Wardhani dan jajaran pengurus DPD PKS Kota Cilegonserta  tokoh masyarakat. 

Di tempat ini acara sampai jam 10.30 dilanjut dengan penyerahan bantuan beras bagi masyarakat yang Terdampak covid 19 di Lingkungan Ramanuju Tegal dan sekitar Kelurahan Citangkil. 

Bantuan ini merupakan respon dari PKS dalam rangka memberikan kepedulian kepada masyarakat sehubungan dengan wabah Covid -19. Setelah itu acara di lanjutkan dengan penyerahan bantuan dengan mengunjungi secara langsung masyarakat dari door to door.

Sebagai tuan rumah, saya pun mengajak mereka untuk makan siang di rumah saya,  Saya lihat satu persatu dan semua terlihat menikmati menyantap menu makanan yang siapkan untuk mereka.

Terus terang saya senang dan merasa bahagia bisa menerima dan menjamu senior - senior saya di PKS dengan penuh kekeluargaan. Selesai makan siang,  rombongan mohon pamit untuk melanjutkan agenda ke Serang. Saya pun mengucapkan terima kasih kepada mereka yang bersedia mampir ke rumah dan menikmati hidangan makan siang.

Yang tersisa di rumah ada mereka para relawan pemuda yang selalu semangat membantu saya masih membersamai dan kami ngobrol santai sebentar. Setelah mereka pamitan untuk Sholat Dzuhur dilanjutkan penyemprotan desinfektan di sekitar lingkungan.

Selang beberapa menit usai shalat, saya mendapatkan informasi bahwa relawan saya dari RW 05 Linkungan Sambimanis yaitu Kang Amin dan Kang Judin minta waktu untuk bertemu, saya jawab dengan segera, OK kang jam 13.00 ya....

Tidak berapa lama datanglah Kang Amin dan Kang Judin ke rumah saya dan langsung duduk di teras rumah . Seperti biasa, mereka akan membuat kopi sendiri karena kopi dan pemanas air serta kebutuhan lainnya sudah saya siapkan di meja, sehingga siapapun tamu yang datang ke rumah saya dipersilahkan untuk membuat minuman sendiri, baik teh ataupun kopi. 

Saya ingin dekat dengan masyarakat dan salah satu caranya adalah membuat obrolan menjadi lebih elegan tanpa jarak. Ketika mereka datang ke rumah saya dan menyiapkan minuman sendiri maka mereka sudah merasa seperti bagian dari keluarga besar saya. 

Alhamdulillah... saya merasakan cara ini semakin membuat tim dan relawan saya semakin solid dan semangatnya tetap terpelihara untuk memenangkan agenda-agenda PKS di Cilegon khususnya dan di Propinsi Banten umumnya. 

Saatasyik ngobrol datanglah Kang Zakki dan Mas Tono yang bergabung bersama kami karena mereka saya minta untuk datang sehubungan agenda koordinasi harus segera diselesaikan untuk menyamakan persepsi gerakan di lapangan. Obrolan terus berjalan dan tidak terasa Adzan Ashar berkumandang, kami pun harus break untuk menunaikan sholat .

Usai sholat kami melanjutkan obrolan sampai jam 16.30 WIB. bahasan yang panjang dan detail agar temen - teman bergerak di tataran teknis bisa terarah dan terkoordinir secara maksimal. 

Setelah dirasa puas dan ada pemahaman yang sama soal apa yang dibahas mereka pamitan/ "Semangat, semangat, semoga selalu ada kemudahan bersama kita," kata saya menyemangati mereka. 

Sayapun masuk kedalam rumah dan HP saya berbunyi ada pesan dari Bu Hj. Rubiyati yang menanyakan jadi tidak untuk nengok warga kami ( sekeluarga ) yang sudah selesai menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sehubungan ada salah satu putrinya yang bernama Rinda terkonfirmasi positif covid 19 dengan Orang Tanpa Gejala. 

Saya segera menjawab pesan Bu Hj Rubiyati , siap Bu, saya bentar lagi berangkat ya. Tidak lama saya pun menuju rumah Ibu Hj. Rubiyati dan berjalan bersama menuju rumah warga kami dan segera bergabung Ummi Eka ( Ibu RW ). Sesampainya di lokasi, kami ketuk pintu rumahnya dan kami disambut dengan bahagia sama Mami Rinda. Kami pun dipersilahkan masuk.

Kami bertanya kabar beliau dan keluarga, dengan penuh kebahagiaan beliau bercerita kepada kami karena putrinya sudah sembuh dan hasil swab test nya adalah negatif. Sambil berurai air mata beliau mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang peduli dan perhatian terhadap keluarganya selama menjalani masa isolasi mandiri dengan mengirimkan bantuan kebutuhan pangan. 

Kami pun menyampaikan rasa bahagianya dengan kesembuhan Rinda dan keluarga selesai menjalani isolasi mandiri. Tak lama Rinda datang menemui kami dan mengucapkan terimakasih untuk do’a, perhatian , dukungan dan bantuannya selama dirinya menjalani isolasi mandiri. Rinda ini juga murid saya waktu sekolah di SDN Kubang Sepat II yang berlokasi di Kelurahan Citangkil. 

Pada awal saya pulang ke Cilegon setelah kuliah di Bandung saya sempat menjadi guru honorer di SDN Kubang Sepat II selama 1 tahun, dan Rinda mengingat semua memori ketika saya mengajar dan mendampingi Rinda mengikuti lomba Bahasa Inggris tingkat Kecamatan Citangkil. Rinda senang sekali ketemu saya dan menyampaikan terima kasih. 

Tak terasa, waktu maghrib sudah tiba, kamipun berpamitan tidak lupa do’a kami sampaikan agar mereka semua sehat selalu termasuk kami juga. Usai mengucapkan salam kamipun pamitan menuju rumah masing-masing.

Sesampainya di rumah segera saya cuci tangan pakai sabun dan bersih-bersih lanjut menunaikan sholat maghrib. Saatnya waktu saya maksimalkan bersama keluarga, meminta anak-anak untuk sholat maghrib berjamaaah, membaca AL - Qur’an dan makan malam bersama. 

Setelah itu sholat isya , dan sayapun harus melanjutkan agenda untuk menghadiri rapat bersama tim gabungan dan relawan kecamatan Citangkil membahas rencana kampanye di kecamatan Citangkil. 

Diskusi dan sharing yang menarik karena tim kecamatan adalah koordinator bagi tim kelurahan yang akan bergerak  menjadi garda terdepan dalam menjalankan kampanye. Rapat pun selesai jam 22.15 , saya pamit untuk pulang ke rumah dan sampai rumah untuk istirahat karena Senin pagi sudah menanti berbagai tugas di DPRD dan membersamai masyarakat.

#CatatanUyun


Posting Komentar

0 Komentar