Baca Dokumen Anggaran dan Memastikan Bantuan #CatatanUyun [17]


CATATAN UYUN - Rabu usai Shalat Subuh saya menghubungi tim saya untuk membantu mengecek warga yang belum dapat bantuan Usaha Mikro dari Pemerintah Pusat. Saya pun memminta bertemu mereka jam 09.00 WIB sebelum saya ke kantor agar bisa diskusi terlebih dahulu. 

Jam 09.00 pagi Bu Hj. Rubiyati dan Mama Rina datang dan saya sampaikan informasi di atas agar bisa memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada warga yang memang berhak untuk mendapatkan bantuan.  

Setelah saya jelaskan secara detail sayapun pamitan kepada mereka berdua untuk melanjutkan agenda ke kantor, sementara Bu Hj Rubiyati dan Mama Rina masih lanjut berdiskusi dan membahas, mengecek data warga agar tidak terlewat di teras rumah saya. 

Hanya butuh waktu 10 menit saya sudah sampai di lobby kantor. Saya pun menuju ke ruangan sambil menyapa security yang bertugas pagi ini ada Teh Astri dan Pak Fahmi, kemudian berjalan ke ruangan saya. 

Sesampainya di ruangan saya mengecek dokumen yang sudah ada di meja saya terkait laporan realisasi anggaran sampai dengan pekan ke -2 Oktober. Saya baca satu persatu untuk memastikan secara detail mulai dari halaman 1. 

Beberapa menit membaca laporan terdengar pintu kantor diketuk Kang Ade, staf saya yang mengatakan ada dua  ibu - ibu ingin bertemu dan saya persilahkan untuk masuk ke dalam ruangan. 

Tidak lama masuklah dua ibu tersebut,mereka berasal dari salah satu Kelurahan Citangkil yang menyampaikan maksud dan tujuannya. Mereka berdua menyampaikan bahwa ingin sekali warganya yang ibu - ibu bisa produktif dari rumah meskipun ibu rumah tangga.

Mereka waktu yang mereka miliki lebih produktif meski di rumah dengan baik melalui kegiatan pemberdayaan ekonomi di sektor industri rumahan, menanam tanpa harus memiliki lahan yang luas dan banyak lagi. 

Tidak terasa kami ngobrol selama 1 jam dan sudah ada tamu yang menunggu untuk bertemu dengan saya. Setelah dua ibu ini pamitan saya mengantar kedua tamu saya sampai keluar ruangan. 

Menjadi aktivitas saya sehari-hari untuk menerima tamu. Seperti hari ini kegiatan saya masih berlanjut masih menerima tamu sampai dengan jam 12.30 WIB. Risiko menjadi wakil rakyat memang harus siap "diganggu",

Rupanya waktu sudah dzuhur dan saaya pun segera untuk menunaikan sholat lanjut makan siang dan setelah selesai saya melanjutkan keluar kantor untuk bertemu warga yang ingin dikunjungi dan mendengarkan keluhan dan usulan secara langsung. 

Masyarakat ingin bertemu saya di rumah saya dan saya mempersilahkan mereka untuk hadir. Permasalahan yang hampir sama keluhannya, terkait dampak Covid, BPJS, bantuan pemerintah, masalah pendidikan menjadi tema sentral yang selalu diminati masyarakat. 

Sayapun mendengarkan dengan seksama dan saya tanyakan fasilitas apa saja yang sudah diterima, dan jawabannya ada yang belum pernah menerima bantuan apapun sampai dengan saat ini. 

Mayoritas masyarakat kita berada pada kondisi menengah ke bawah sehingga betul - betul membutuhkan peranan pemerintah dalam menyelesaikan segala permasalahan hidup. Setelah saya dengarkan saya tanya satu per satu dan mendata masing-masing agar bisa terurai segala sumbatan masalah yang ada. 

Berikutnya saya mengusulkan nama-nama warga tersebut kepada pemerintah pusat melalui dinas terkait di Pemkot Cilegon yang difasilitasi oleh kelurahan. Saya berusaha untuk membantu secara maksimal karena keputusan verifikasi ada di pemerintah pusat. Warga pun menerima penjelasan saya dengan baik dan saya minta untuk banyak berdo’a dan sabar menjalani kehidupan yang sulit ini di masa pandemi covid - 19.

Tidak tersasa waktu Ashar pun tiba, saya masuk ke dalam rumah untuk menunaikan sholat ashar. Setelah ashar menjelang sore ada tamu lagi yang datang berasal dari pemuda dan kaum milenial yang ingin difasilitasi untuk bisa berusaha melalui usaha mikro. 

Saya merasa senang karena disisi yang berbeda para pemuda tidak malu untuk berwirausaha dengan berbagai macam bidang garap, ada yang jualan makanan dan minuman kreasi sendiri, jual ikan hias, jual kandang burung, jual  rupa-rupa dan lainnya. 

Karena sudah Maghrib pertemuan kita break dan lanjut setelah Isya. Pertemuan dengan pemuda yang kreatif dan inovatif membuat saya lebih semangat lagi untuk mengadvokasi secara maksimal. 

Luar biasa pemuda... kalian hebat

#CatanUyun

Posting Komentar

0 Komentar