Pesan Kaget dan Ketok Palu #CatatanUyun [Bagian -18]

Berdiskusi bersama sejumlah wartawan dari berbagai media di ruang kerja, Rabu 4 November 2020

Pagi - pagi jam 06.00 saya kage membaca pesan whatsapp dari Mbak yang bekerja di rumah kalau dia tidak bisa bangun karena kaki dan tangannyatidak bisa digerakkan. Spontan  saya telepon dan saya pandu untuk bergerak pelan-pelan kemudian berusaha duduk,dan diminta untuk berdiri. 

Hal pertama saya harus memandu dan memberikan semangat sebagai stimulus psikisnya. "Ayo digerakan perlahan - lahan, InsyaAllah bisa bangun dan badan serta kakinya bisa digerakkan," kata saya dari ujung telepon. 

Dan terdengar suara jawaban dari handphone bahwa dia akhirnya bisa gerak. "Bisa Bu digerakkan tangan dan kakinya pelan-pelan, bisa berdiri juga tapi dipake jalan sakit dan agak berat," katanya. 

Saya pun menyarankan agar dia  istirahat dan segera untuk berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Usai menyelesaikan urusan ini saya pun segera mengerjakan pekerjaan rumah tangga sebelum berangkat ke kantor. 

Berkejaran dengan waktu dan harus tertangani utusan domestik ketika asisten di rumah sedang sakit. Setelah saya siapkan sarapan dan beres-beres rumah segera saya bersiap-siap untuk mandi agar bisa melanjutkan aktivitas di luar rumah. 

Selesai menyiapkan diri segera saya menunaikan Sholat Dhua yang dapat melengkapi aktivitas saya agar senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran rizki , tidak lupa mengharap keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

Selesai menunaikan Shalat Dhuha saya pun berpamitan kepada anak-anak untuk berangkat aktivitas kantor. Dimulai dengan mengunjungi Bapak Haji Rosyid tokoh masyarakat yang ada di lingkungan rumah saya untuk sharing terkait lingkungan dan masyarakat. 

Tidak lama saya berkunjung kisaran 20 menit  dan berlanjut mengunjungi Ibu Aris tetangga saya yang baru saja kehilangan suaminya. Hari Rabu ini adalah 7 hari kepergian almarhum suaminya. 

Sesampai di depan rumahnya saya melihat Ibu Aris sedang duduk di teras bersama seorang ibu sepertinya kerabat beliau. Saya pun mengucapkan salam dan Bu Aris menjawab dan segera mempersilahkan saya untuk masuk dengan serta merta beliau memeluk saya dan tumpahlah air mata beliau. 

Kehilangan belahan jiwa pastilah tidak mudah, ibarat badan kini hanya dengan satu kaki melangkah menapaki kehidupan yang tentunya tidak mudah. Bu Aris terus memeluk saya sambil terisak dan menyampaikan permohonan maaf untuk almarhum dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran saya. 

Do’a dan perhatian kepada tetangga kita yang sedang ditimpa musibah tentu saja menjadi penghibur dan empati atas kesulitan yang sedang dijalani. Saya pun tidak bisa lama di rumah Bu Aris karena saya harus melanjutkan ke kantor untuk mengikuti rapat paripurna yang diagendakan jam 09.00 untuk dimulai. 

Menuju Kantor DPRD Cilegon
Sekira 10 menit perjalanan dari rumah menuju kantor dan saya pun segera menuju ruangan. Sesampainya  ruangan kerja, saya segera menelepon Pak RW lingkungan saya untuk berkoordinasi terkait agenda pertemuan bersama tokoh masyarakat yang akan dilakukan akhir pekan ini. 

Berlanjut dengan mengkoordinasikan advokasi permohonan beasiswa PIP murid SMK ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Selesai berkoordinasi , Kang Ade, staf saya menginformasikan bahwa Firkopimda sudah hadir di ruangan Pak Ketua DPRD.

Sayapun bergegas menuju ruangan Pak Ketua dan menyapa semua yang sudah hadir didalamnya. Hampir 30 menit kami saling ngobrol terkait Cilegon tentang banyak hal. Dan bagian protokol menginfokan Pak Walikota sudah hadir. 

Setelah itu semua menuju ruang rapat Paripurna untuk mengikuti rapat bersama tentang penyampaian Raperda RDTR ( Rencana Detail Tata Ruang ) Bagian Wilayah Perencanaan Ciwandan Citangkil tahun 2020 - 2040. 

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD dan dibuka dengan ketukan palu 3 ( tiga ) kali. Rapat berjalan dengan tertib dan lancar termasuk Penandatanganan Berita Acara Penyerahan Raperda RDTR BWP Ciwandan Citangkil 2020-2040. Sampailah diakhir acara rapat dan secara remi ditutup oleh Ketua DPRD dengan ketukan palu 3 ( tiga ) kali. 

Selesai paripurna agenda berikutnya adalah rapat pembahasan Rencana Kerja DPRD tahun 2021. Pembahasan Renja DPRD diikuti oleh pimpinan DPRD beserta pimpinan AKD, Sekwan dan para Kabag serta para Kasubag. 

Rapat saya buka dan dilanjutkan dengan penjelasan dan paparan detail yang saya sampaikan tentang Rencana Kerja DPRD Kota Cilegon tahun 2021. Setelah pemaparan Renja berikutnya saya berikan kesempatan kepada Pimpinan AKD untuk menyampaikan pendapat dan usulan terkait paparan Renja yang sudah saya sampaikan. 

Setelah semua pimpinan AKD menyampaikan pendapatnya, saya persilahkan kepada Ketua DPRD untuk memberikan arahannya dilanjut dengan Sekwan yang menjelaskan tentang aspek yuridis sebagai landasan bagi penyusunan Renja ini. 

Rapat berjalan lancar dan semua yang hadir sudah menyampaikan pendapat dan usulannya , dan rapat pun saya tutup dengan memberikan penegasan bahwa Renja ini disusun sebagai acuan dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi DPRD. 

Membawa Mba Parmi ke Rumah Sakit Lanjut Rapat
Selesai rapat segera saya menunaikan sholat Dzhuhur dan lanjut untuk menjemput Mbak Parmi yang sedang sakit untuk segera saya bawa ke RS Kurnia sebagai RS Rujukannya. Sesampainya di rumah Mbak Parmi saya minta untuk bangun dan menuju mobil sambil saya papah karena kesulitan berjalan. 

Saya menghubungi putrinya yang bernama Rini yang sedang dalam perjalanan balik ke rumah setelah mendaftarkan ibunya ke RS Kurnia dan saya minta untuk langsung balik lagi ke RS sementara ibunya saya hantarkan ke RS. Sesampainya di RS Kurnia saya segera saya bawa masuk dan mencari kursi yang kosong di ruang tunggu. 

Dan setelah saya berkomunikasi dengan putrinya, saya tinggalkan mbak Parmi untuk lanjut berobat didampingi putrinya karena saya harus segera kembali ke kantor untuk melanjutkan agenda rapat paripurna berikutnya. 

Sesampai di ruangan , staf bagian program meminta waktu untuk ketemu dengan saya untuk menyampaikan rancangan kegiatan beserta dengan anggaranny untuk tahun 2021. Waktu sudah jam 14.45 dan saya belum sempat makan siang yang sudah terhidang di meja karena kesibukan aktivitas hari ini. Staf tersebut menyampaikan agar saya bisa mereview sambil makan siang. Saya tersenyum sambil memakan sop yang sudah terhidang.

Selesai review, Ashar sudah tiba dan segera saya untuk berwudhu untuk menunaikan sholat ashar. Selesai ashar  Kang Ade menginfokan kalau Penjabat Sekda dan Forkopimda sudah hadir di ruangan Pak Ketua DPRD. Setelah kuorum rapat paripurna pemandangan umum fraksi tentang Raperda RDTR BWP Ciwandan Citangkil 2020-2040 saya mulai. 

Setelah mengetuk palu 3x dilanjut dengan membacakan susunan agenda rapat dan selanjutnya penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi dengan berurutan sesuai dengan peroleh kursi yang ada di DPRD.

Selesai pemandangan umum fraksi-fraksi dibacakan dan saya tutup rapat dengan mengucap hamdalah dilanjut dengan ketukan palu sebanyak 3x. Setelah para tamu berpamitan sayapun menuju ruangan untuk mengecek pesan WA yang masuk dan sangat banyak. Saya mencoba membalas satu persatu dari urutan teratas.

Berdiskusi dengan Wartawan
Ketika saya menjawab WA kang Ade ngetuk pintu dan menyampaikan pesan kalau teman -teman pers ingin ketemu, saya pun mempersilahkan untuk masuk. Senang sekali ketemu teman-teman media, diskusinya menarik tentang pilkada Cilegon dan tupoksi DPRD. 

Semua mengalir dan sangat natural, mendengarkan dan menyimak masukan yang mereka sampaikan untuk penguatan DPRD. Tak terasa waktu sudah jam 17.30 dan teman-teman media pamitan.

Usai berdiskusi dengan mereka saya segera menuju mobil untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah sudah ada tamu yang menunggu di teras dan saya pun menyapanya, kemudian masuk ke rumah dan segera berganti baju untuk merapihkan rumah karena mbak asisten sedang sakit. 

Tak terasa waktu Maghrib datang dan segera saya meminta anak-anak untuk sholat , setelah sholat saya menyiapkan makan malam anak-anak dan saya hidangkan di meja agar bisa segera dinikmati anak-anak selagi masih hangat. 

Selesai anak-anak makan tamu di teras sepertinya datang lagi, ternyata ada Kang Bidin, tamu dari Ciore Kecamatan Grogol, pedagang buah dan Kang Holi dari Taman Baru saya temui diteras dan menanyakan kabarnya. 

Saya persilahkan untuk membuat minuman sendiri baik kopi atau teh agar tamu saya merasa seperti ditempatinya sendiri dan bisa membuat minuman sesuai selera masing-masing. 

Karena saya masih ada agenda lagi tamu-tamu saya datang tidak lama mengobrolnya, setelah maksud dan tujuannya disampaikan semuanya pamitan dan sayapun segera masuk kedalam rumah. Waktu sudah jam 20.30 dan sayapun masih ada agenda satu kali rapat lagi. Selalu semangat menjalaninya, semoga sehat selalu.

Posting Komentar

0 Komentar